Thursday, 14 December 2017

Mendikbud Nyatakan Tahun Depan Ujian Akhir Sekolah Gunakan Soal Essay

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuat terobosan dalam pelaksanaan ujian akhir sekolah
 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuat terobosan dalam pelaksanaan ujian akhir sekolah. Pasalnya dalam pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) mulai tahun depan menggunakan model essay.
“Akan lebih variatif karena mulai tahun depan soal ujian akhir sekolah akan menggunakan soal essay,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi saat berkunjung ke Gunungkidul, Jumat (8/12/2017).
Menurut dia, penggunaan soal dengan model essay dalam USBN merupakan jawaban terhadap tantangan yang ada di abad 21. Terlebih lagi, kata Muhadjir, dengan soal model essay akan melatih kemampuan siswa untuk lebih berkembang dalam melakukan sebuah analisa.
“Model soal essay dapat membantu siswa mengembangkan bakat dan kemampuan diri sehingga dapat menjawab semua tantangan di jaman sekarang,” tuturnya.
Untuk kesiapan ini, dia mengaku sudah melakukan pelatihan kepada guru dalam hal membuat soal-soal yang memuat jawaban soal essay. “Sudah dilatih sehingga tinggal mengimplementasikan dalam membuat soal-soal itu,” katanya.
Lebih jauh dikatakan Muhadjir, untuk persiapan Ujian Nasional tahun ajaran 2017-2018, pihaknya sudah mematok target seluruh sekolah tingkat SMA/SMK sederajat akan menggunakan model ujian dengan komputer. Sedang untuk tingkat SMP pelaksanaan UNBK menyasar 80% sekolah di Indonesia.
“Kalau tingkat SMA-SMK semua sudah harus ujian dengan komputer, sedang untuk tingkat SMP masih dalam proses bertahap karena belum semua sekolah menerapkan UNBK,” katanya lagi.
Dikutip dari Solo Pos
http://www.solopos.com/2017/12/08/mendikbud-nyatakan-tahun-depan-ujian-akhir-sekolah-gunakan-soal-essay-875244

MEMBUAT DAN MENGHITUNG LUAS DAN VOLUME BANGUN RUANG DENGAN WINGEOM

Program Wingeom merupakan salah satu perangkat lunak komputer matematika dinamik (dynamic mathematic software) untuk topik geometri. Program ini memuat program Wingeom 2-dim untuk geometri dimensi dua dan Wingeom 3-dim untuk geometri dimensi tiga dalam jendela yang terpisah (M. Andy Rudhito, 2008: 2-3).
Berikut ini beberapa contoh cara membuat dan menghitung luas dan volume bangun ruang.
Membuat bangun ruang kubus dan balok :
A  Membuat Kubus
Langkah – langkah :
-            Pilih aplikasi wingeom pada komputer anda, seperti gambar dibawah ini :

-            Buka program wingeom, akan muncul seperti gambar di bawah ini :


-                 Klik window

-                  Kemudian pilih 3-dim.

   Kemudian muncul gambar jendela wg.3, seperti gambar dibawah ini :

-                 Klik icon Units pilih polyhedral kemudian pilih box, seperti gambar dibawah ini:


Isilah sub menu rectangular box karena kita ingin menggambar kubus, kita ketahui sisi – sisinya sama panjang maka kita isinya pun sama. Seperti ga,bar di bawah ini : 


Kemudian klik ok maka akan tampak seperti gambar dibawah ini :

-                 Untuk menampilkan kubus transparan
-                 Klik view, kemudian klik display, lalu klik dot hidden line , seperti gambardibawah ini :
Kemudian akan muncul tampilan  kubus seperti berikut :
 maka akan nampak seperti gambar dibawah ini :


Luas Permukaan dan Volume Kubus
Hitung luas permukaan kubus seperti gambar dibawah ini:
-                 Klik meas,
Kemudiian masukkan formula Luas permukaan kubus :
Ketik 6*AB*AB, kemudian tekan enter. Seperti gambar dibawah ini :

Volume kubus :
Ketik AB*AB*AB tekan enter, sehingga muncul gambar seperti dibawah ini :


-                 Klik other, kemudian pilih volume. Maka akan muncul seperti gambar dibawah ini :


Maka akan terdapat kotak yang harus di isi pilih ABCDEFGH kemudian OK. Maka pada kotak diatas akan terdapat Volume kubus. Seperti gambar dibawah ini :


Membuat Balok
Sedangkan untuk materi Balok, langkah-langkahnya sedikit berbeda dengan Kubus. Langkah-langkah penerapan program Wingeom pada materi Balok adalah sebagai berikut :
-                 Buka jendela Wingeom 3D.


-                 Klik icon Units pilih polyhedral kemudian pilih box, seperti gambar dibawah ini:


Isilah sub menu rectangular box karena kita ingin menggambar balok, maka isi panjang, lebar dan tinggi yang kita inginkan, seperti gambar dibawah ini :
             Maka akan didapat hasil gambar seperti berikut :

   Maka akan didapat hasil gambar seperti berikut :
  
-                 Untuk menampilkan kubus transparan
          Klik view, kemudian klik display, lalu klik dot hidden line , seperti gambardibawah ini :
Kemudian akan muncul tampilan  kubus seperti berikut :

Maka akan muncul tambilan balok seperti berikut:


Luas Permukaan dan Volume Balok
Hitung luas permukaan dan volume balok seperti gambar dibawah ini:
-                 Klik meas,
Kemudiian masukkan formula Luas permukaan balok :
Untuk luas permukaan balok : Ketik (2(AB*BC)+2(AB*BF)+2(BC*BF)) tekanenter.
Maka di dapat hasil seperti gambar berikut :

Untuk Volume balok : ketik AB*BC*BF tekan enter. Maka akan di dapat hasil seperti gambar dibawah ini :

-                 Klik other, kemudian pilih volume. Maka akan muncul seperti gambar dibawah ini :


Maka akan terdapat kotak yang harus di isi pilih ABCDEFGH kemudian OK. Maka pada kotak diatas akan terdapat Volume balok. Seperti gambar dibawah ini :

Referensi :
http://ranihamzah1.blogspot.co.id/2013/12/membuat-bangun-kubus-dan-balok-serta.html
https://mathjuara.blogspot.co.id/2016/03/download-wingeom-software-bangun-datar-dan-bangun-ruang.html

Tuesday, 12 December 2017

MEMBUAT GRAFIK DENGAN MUDAH MENGGUNAKAN FX DRAW

Kuat, namun mudah digunakan, FX Draw menyediakan lingkungan gambar dengan produktivitas tinggi yang dirancang khusus untuk para guru matematika. Buat diagram yang dapat diedit dan berkualitas tinggi untuk ujian, ujian, lembar kerja, situs web, presentasi dan demonstrasi dengan cepat.






Gambarkan apapun
Draw FX adalah alat utama untuk menggambar matematika. Hampir semua grafis yang dibutuhkan seorang guru matematika bisa digambar menggunakan alat khusus FX Draw. Draw FX sangat efisien dan serbaguna. Yang terbaik, didukung oleh orang-orang yang berada di kelas dan tahu persis apa yang Anda butuhkan. Dengan lebih dari enam puluh alat khusus, Draw FX membuat matematika menggambar sederhana.

Grafik Spektakuler
Salah satu alat FX Draw adalah mesin grafik yang sama dengan yang Anda temukan di FX Graph. Alat grafik ini dapat menarik fungsi Cartesian, fungsi kutub, bidang lereng, diagram Argand, diagram vektor, volume revolusi 3D, hubungan parametrik, integral, garis singgung dan normal hingga kurva dan banyak lagi. Ingat saja bahwa ini hanya salah satu alat FX Draw!


Begitu Banyak Lagi


Dengan alat khusus untuk menggambar diagram Venn, kurva distribusi normal, grafik statistik, diagram pohon, diagram garis bantalan garis (dan banyak lagi), Anda selalu dapat menemukan alat yang tepat untuk melakukan pekerjaan itu. Lihat ikhtisar daftar video dan fitur di bawah untuk melihat lebih banyak lagi kekuatan Draw FX.



Sumber  http://www.efofex.com/fxdraw.php

Monday, 4 December 2017

STRATEGI BELAJAR DAN MENGUASAI MATEMATIKA

Sebagian besar orang mengatakan dan beranggapan bahwa Matematika itu adalah salah satu ilmu pengetahuan yang paling sulit dipahami dan sulit dimengerti. Tidak heran banyak kalangan yang berusaha mencari dan mengembangkan  inovasi pembelajaran matematika, agar proses pembelajaran dan hasil belajar matematika peserta didik sesuai dengan hasil yang diharapkan. Dalam hal ini peran guru sangat dominan, karena setiap inovasi pembelajaran yang dikemas oleh berbagai pihak yang berkepentingan harus bisa dilaksanakan dan dikembangkan dalam praktik pembelajaran di kelas.

Saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berusaha mengubah mindset pendidik dari pola pembelajaran Teacher Center menjadi Student Center, artinya peserta didik bukan lagi objek pembelajaran tetapi peserta didik merupakan pelaku atau subjek pembelajaran. Pada tahap awal ketika pembelajaran yang dikemas oleh guru sudah dapat diterima oleh peserta didik maka peran serta peserta didik sangat diperlukan dalam penguasaan konsep dan materi lebih lanjut, sehingga peserta didik mampu mengembangkan konsep atau materi yang disampaikan guru agar lebih berprestasi.

Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh peserta didik agar kompetensi matematika mengalami peningkatan, yaitu :

1. Tidak Menganggap Sulit Matematika

Jika dalam angan-angan kita matematika adalah pelajaran yang sulit dan menakutkan maka akan berimbas malas belajar dan berpikir, kemampuan otak menjadi tidak berkembang dan beban berat belajar matematika semakin bertambah. Berpikirlah bahwa matematika itu mudah, sederhana dan praktis.

2. Mencoba dan Terus Mencoba

Jangan berhenti mencoba memahami dengan sering mengerjakan soal, agar pikiran kita familier dengan angka maupun permasalahan matematika karena belajar adalah proses maka membutuhkan waktu yang cukup dan  kita jangan buru-buru mengambil kesimpulan tidak mampu jika kita mengalami kesulitan. Jika belum bisa bukan berarti kita tidak bisa, coba lagi dan coba lagi ...!

3. Berkumpul dan Bergaul dengan Teman Pembelajar Matematika

Dengan sering berkumpul dan bergaul dengan sesama teman pembelajar matematika, maka konsistensi belajar matematika peserta didik akan terjaga karena setiap saat peserta didik dapat melakukan diskusi permasalahan matematika dengan sesama teman. Ketika ada kesulitan bisa langsung didiskusikan dengan sesama teman sebelum disampaikan kepada guru.

4. Matematika bukan Sebatas Rumus Melainkan Konsep Pembelajaran yang Rasional.

Terkadang pehaman tentang matematika hanya sebatas rumus, tanpa memahami konsep rasional yang ada di dalamnya. Jika kita bisa memahami konsep rasional dalam matematika, maka kita akan lebih mudah mengingat bahkan menghafal rumus ataupun bentuk - bentuk matematika yang mungkin selama ini dianggap sulit.

Itulah beberapa hal yang mungkin  dapat dilakukan oleh peserta didik agar kemampuan matematikanya mengalami peningkatakan. Dan penulis yakin masih banyak cara - cara lain yang dapat dijadikan pedoman atau strategi dalam penguasaan matematika.

Semoga bermanfaat .... Terima kasih !


Sunday, 20 November 2016

MENGAPA SEBAGIAN GURU KURANG TERTARIK MEMBUAT PERANGKAT PEMBELAJARAN ?



Menjadi guru tidaklah mudah seperti apa yang dilihat oleh kebanyakan orang disekitar kita. Guru harus memiliki 4 (empat) kompetensi   yaitu : kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional. 


Menyusun perangkat pembelajaran (Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Perangkat Penilaian, Dll) adalah salah satu dari kompetensi pedagogik yang harus dimiliki guru. Tetapi terkadang sebagian guru agar bermalas-malasan dalam menyusun perangkat pembelajaran tersebut. Kalaupun ada yang semangat menyusun perangkat pembelajaran terkadang perangkat pembelajaran yang dibuat guru sebatas dokumentasi yang digunakan sewaktu-waktu jika ada pemeriksaan atau supervisi dari perangkat sekolah ataupun instansi terkait. Yang demikian tentunya tidak kita inginkan karena perangkat pembelajaran sesungguhnya adalah langkah awal atau kebutuhan awal guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, agar pembelajaran yang dilakukan oleh guru lebih aktif, efektif dan menyenangkan sehingga diperoleh hasil pembelajaran yang maksimal yang berimbas pada prestasi siswa. 


Kekurangtertarikan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran dipengaruhi oleh 2 (dua) faktor, yaitu Faktor Internal (Individu) dan Faktor Eksternal. Kedua faktor tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : 

  • Pilihan menjadi seorang guru tidak didasari passions.
  • Guru  belum memahami benar seluk-beluk penyusunan perangkat pembelajaran. Jika guru belum memahami benar seluk-beluk penyusunannya, maka secara otomatis rasa malas akan muncul ketika hendak menyusunnya. Sebenarnya ini adalah alasan klasik, karena pada tahun-tahun ini pemerintah sudah menggalakkan berbagai program sosialisasi yang menyangkut penyusunan perangkat pembelajaran
  • Perubahan kurikulum. Perubahan kurikulum akan berimbas kepada perubahan susunan komponen dalam penyusunan perangkat pembelajaran. Penyusunan perangkat pembelajaran disusun mengikuti kaidah-kaidah dalam kurikulum. Kurikulum yang berlaku sekarang adalah Kurikulum 2006 dan  Kurikulum 2013. Perubahan ini seringkali menyulitkan guru.
  • Minimnya penguasaan teknologi komputerisasi para guru. Guru pada generasi-generasi terdahulu (atau yang disebut sebagai guru-guru yang berusia tua) rata-rata gagap akan teknologi komputerisasi. Segala pekerjaan yang menyangkut penyusunan kata-kata dalam suatu teks, termasuk dalam RPP, akan sangat mudah jika dikerjakan dengan bantuan komputer maupun laptop. Bayangkan saja jika perangkat pembelajaran yang kini bisa dicopy-paste dari file buku guru harus ditulis manual dengan tangan. Pasti akan memakan waktu yang cukup lama, dan pastinya akan menjadi permasalahan yang menyulitkan guru.


Dalam keadaan seperti diatas seorang guru harus mendasari profesinya dengan passion yang pada akhirnya akan selalu mengembangkan diri setiap saat seiring dengan dinamika perubahan kurikulum.